Sabtu, 02 Juli 2016

Pendidikan Anak

Anak adalah sebuah cobaan dari hyang widhi. Dengannya seseorang mendapatkan tanggung jawab. Dengannya seseorang akan meeasa tersibukkan. Dengannya seseorang akan bangga.

Banyak orang tidak menyadari bahwa anak adalah titipan. Sebuah titipan dari yang maha kuasa. Dititipkan untuk dididik menjadi orang berguna. Mulai dari budi pekertinya, pendidikan, sosialnya, raganya, semua aspek dibebankan kepada orang tua. Dan yang menitipkan adalah Allah.

Kelakuan anak mencerminkan perilaku didikan orang tua. Jika anak itu manja, maka orang tuanya ofer protektif. Jika anak itu tempramental, maka orang tuanya bengis. Jika anak itu minderan, maka dipastikan kurangnya dorongan untuk percaya diri.

Melihat fenomena sekarang, banyak anak yang rusak moralnya, orang tua diwajibkan memutar otak dalam mendidik. Banyak usaha dilakukan. Sekolah kepribadian, home schooling, pesantrean, dan lain lain.

Sebenarnya, yang paling berpengaruh dalam karakter dan kecerdasan anak adalah berperilakunya arang tua di kehidupan sehari hari. Bagaimana orang tua bercakap cakap. Bagaimana orang tua bersosialisasi. Bagaimana orang tua makan. Walaupun tidak diajarkan kepada anak secara langsung. Lisaanul haal antoqu min lisanil maqool. Perkataan berupa perbuatan lebih mengena dari pada perkataan mulut.

Dalam agama islam, hal yang paling utama dalam mendidik adalah tauhid. Ya'ni Cara berpikir tentang keyakinan dalam bertuhan. Pendidikan mengenal tuhan dan para rosul. Hal inilah yang belum secara maksimal diterapkan oleh para orang tua.

Tapi, Bagaiman anaknya bisa paham kalau orang tuanya tidak paham.

Maka dari itu, anaka harus dididik dengan sikap yang menjadi suri tauladan yang baik , dan dididik tauhid yang benar. Dan tauhid yang benar hanya ada di pondok pesantren.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar