Selasa, 08 November 2016

Bingung dalam Bersikap

Akhir-akhir ini, beranda facebook saya dibanjiri berbagai berita yang mengerutkan kening. Ada kabar tentang Al-habib Riziq Syihab. Ada kabar tentang perjuangan FPI. Ada kabar tentang aksi 4 November. Ada kabar tentang Pak Saiq Aqil. Ada Kabar tentang muslim moderat. Ada kabar tentang pembelaan Ahok. Ada kabar tentang perkembangan kasus tante Jessica. Ada kabar tentang kalahnya chelsea dan manchester city, dll.

Ingin berkomentar, ingin idzharul haq fersi saya, ingin berdebat di fans page,  tapi hati dan pikiran mengkerut. Tak tahu dan tak yakin apakah kebenaran yang saya miliki memang sebuah kebenaran hakiki atau tidak. Jangan-jangan hanya sebuah anggapan buram, yang absurb, yang tak berdasar.

Tuhan, bimbang hati ini.

Dalam proses kehidupan, pasti ada kesulitan. Pasti ada tantangan. Pasti ada cekcok dan perselisihan. Menurut kita hal itu benar, tapi belum tentu itu buruk menurut orang lain.

Tegasnya, kebenaran hakiki hanya milik tuhan. Tegasnya, apa yang berada di pikiran kita, sangat mungkin merupakan suatu kesalahan.  Kesalahan orang lain, bisa jadi adalah sejatinya kebenaran.

Berbeda sudut pandang di antara manusia lah yang menyebabkan perbedaan, yang menyebabkan kebenaran jadi banyak dan berbeda-beda.

Di Papua, koteka adalah pakaian resmi. Bahkan digunakan saat ritual-ritual suci. Orang di sana jalan-jalan hanya menutupi Mr.P sudah hal lumrah coy.
Berbedahalnya di jawa atau di arab.

Monggo sampyan yang di jawa hanya pakek koteka. Buah salak dan anggota tubuh lain ditampakkan. Apa jadinya, gak kebayang deeh.

Menurut beberapa orang, Pak Ahok salah. Karna dia kafir. Penista agama. Arogan. Antek-antek asing.
Tapi banyak kalangan yang ngomong, dia pemimpin sejati, yang islami, yang tegas, dan memberikan harapan yang baik kedepannya.

Bingung lagi daaah.

Kasus lain juga begitu. Jessika salah karna bunuh tante Mirna. Bukan, Jessika gak salah. Bukti yang ada gak kuat.

Binging lagi daah.

Manchester city adalah club premier league terbaik. Karna ngalahin MU. Tapi kemarin gantian Mancy yang kalah.

Jadi yang terbaik yang mana nih?

Kebenaran dalam pikiran manusia bersifat subjektif. Muhtamil khoto'. Kebenaran hakiki hanya milik tuhan.

Biyarpun begitu, memperjuangkannya adalah keharusan. Prinsip kita harus dijalankan. Selama itu benar menurut kita, maka harus diperjuangkan.

Tapi perjuangan itu harus beriringan dengan toleransi. Menghargai kebenaran versi orang lain.

Bolehlah kebenaran fersi kita diperjuangkan. Tapi jangan anarkis. Pakek cara yang legal dan bermartabat. Jangan sampai karena berbeda pendapat, indonesia terpecah. Mari memperjuangkan kebenaran dengan cara yang santun dan bijaksana. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

Srlamat berjuang.

Digawe guyon wae. Ojo serius-serius

Tidak ada komentar:

Posting Komentar