Pancasila adalah asas rakyat Indonesia dalam berperilaku. Pancasila mengumpulkan kebinekaan rakyat Indonesia menjadi satu dalam balutan NKRI. Harga mati, pancasila wajib dipertahankan.
Pastinya, pancasila tidak sembarangan dirumuskan. Membutuhkan ijtihad dan proses yang sangat panjang. Hingga menelurkan ideologi yang benar-benar pas untuk keadaan rakyat Indonesia yang majmu'.
Akhir-akhir ini, para cendekiawan muslim berkumpul dalam satu forum guna membahas upaya pengkokohan ideologi pancasila. Tujuannya adalah untuk mengcounter anggapan yang menyatakan pancasila tidak sesuai hukum islam, untuk menepis anggapan pancasila produk paganis, untuk menampik opini pancasila ideologi toghut.
Akhirnya,
Munculah konsensus bahwa sebenarnya pancasila legal secara syar'i.
Konsensus itu menyatakan bahwa nilai-nilai pancasila sama dengan ajaran rosul. Sama dengan rosul dikala mencetuskan Piagam Madinah. Dikala rosul masih dalam proses menegakkan islam di Madinah.
Pancasila sama dengan piagam Madinah.
Apa itu piagam Madinah? Kok bisa disamamanbdengan Pancasila?
Piagam Madinah merupakan bentuk piagam pertama yang tertulis secara resmi dalam sejarah dunia. Sebagai gambaran awal, Piagam Madinah adalah undang-undang untuk mengatur sistem politik dan sosial pada zaman rosul.
Piagam madinah berisi qonun yang mengatur tiga golongan penduduk Madinah di kala itu. Golongan Ansor dan
Muhajirin, golongan yahudi, dan golongan Aus Khajroj.
Di dalamnya terdalat nilai-nilai toleransi di atas kemajmukan. Memberikan konsep plural. Menyatakan bahwa walaupun berbeda, tapi semua tetaplah satu ummat yang harus bersatu.
Melalui Piagam Madinah ini, Rasulullah SAW juga berupaya menjelaskan konsep kebebasan. Dan tanggung jawab sosial-politik secara bersama. Karena itu, istilah civil society yang dikenal sekarang itu erat kaitanny dengan sejarah kehidupan Rasulullah di Madinah. Dari istilah itu, juga punya makna ideal dalam proses berbangsa & bernegara. Tercipta masyarakat yang adil, terbuka, dan demokratis.
Sama persis dengan nilai yang terkandung dalam ideologi pancasila.
Tapi di sisi lain, jika pancasila disamakan dengan piagam Madinah, akan menimbulkan keisykalan.
Pertama, piagam Madinah hanya sebatas qonun, hanya sebatas peraturan. Berbedahalnya dengan pancasila yang merupakan ideologi. Jadi tidak pas kalau disamakan dengan Pancasila.
Kedua, piagam Madinah ada karena di kala itu kekuatan islam belum kuat. Sehingga berdampak pada upaya da'wah yang cenderung ringan dan toleran.
Ketika turun ayatul qital, maka secara otomatis undang-undang yang berkenaan dengan piagam Madinah diamandemen secara otomatis, dan perang adalah jalan da'wah.
Hmmm....
Sebenar nya ya, sebenarnya...
Walaupun pancasila adalah ideologi, dan piagam Madinah adalah qonun, tapi subtansi ajarannya sama. Sama dalam kebebasan , pluralisme dan tolerannya. Hal ini lah yang menjadi acuan bahwa pancasila sama dengan Piagam Madinah.
Kita harus meyakini bahwa rosul merestui ideologi pancasila, dengan bukti tercetusnya piagam Madinah yang toleran dan menghargai perbedaan.
Kalau kita melihat keadaan bangsa saat ini, bisa tidak diterapkan fiqih siasah secara total?
Harus kita pikirkan dampak yang terjadi jika dipaksakan membangun sistem khilafah.
Harusnya, dakwah santun dan ramah adalah opsi tepat bagi indonesia. Melalui pendekatan persuasif kita bimbing rakyat ke jalan islam yang damai dan menyejukkan.
Jika ada orang bicara bahwa Piagam Madinah sudah diamandemen, maka hakikatnya orag itu tidak mengetahui konsep da'wah yang step by step. Orang itu belum menyadari betul kondisi da'wah di Indonesia. Sekali lagi da'wah santun dan menyejukkan adalah opsi paling yelat di Indonesia. Bukan mengangkat pedang dan berperang
Penghapusan qonun Piagam Madinahpun masih diperselisihkan ulama". Bahkan kebanyakan ulama' berkata, jika kekuatan ummatiskam belum kuat, maka sangat bijak sekali jika sistem da'wah dirujuk ke piagam Madinah.
Piagam Madinah ada karena kemaslahatan di balik nilai nilainya. Pancasila ada, karena sangat sesuai dengan kebutuhan raktat Indonesia yang bineka tunggal ika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar