B
Muhammad alamur rohman
Shalat istikhârah
Shalat istikhârah dianjurkan bagi seseorang yang akan melakukan sesuatu, baik yang berhubungan dengan hal dunia atau akhirat. sedangkan ia pada waktu itu tidak mengetahui manakah yang lebih baik, apakah dikerjakan atau ditinggalkan. Anjuran untuk melakukan shalat istikhârah merupakan sunnat Nabi, sebagaimana di terangkan dalam hadits yang di ceritakan oleh qutaibah dalam kitab shohih Al Bukhâri. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa nabi mengajarkan shalat istiharah pada para sahabat dalam setiap perkara.
Tehnis Pelaksanan Shalat Istikhârah
Tata cara melaksanakan shalat istikhârah adalah sebagai berikut :
Melakukan Shalat dua raka'at sebagaimana shalat-shalat biasa, dengan niat :
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّهِ تَعَالَى
Membaca surat Al fâtihah kemudian membaca surat Al-kâfirûn pada raka'at yang pertama, namun sebelum membaca surat Al-kâfirûn hendaknya membaca ayat :
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (68) وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ [القصص: 68، 69]
Membaca surat Al fâtihah yang dilanjutkan dengan membaca surat Al ihlash pada raka'at yang ke dua. Namun, sebelum membaca surat Al ikhlash hendaknya terlebih dahulu membaca ayat :
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا [الأحزاب/36]
Setelah salam membaca do’a istikhârah yang sangat mashur, yaitu :
اَللّهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْئَلكُ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ, فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبَ اَللّهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَا الْاَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَا الْاَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيِ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ اَرْضِنِي بِ
ه
Setelah selesai shalat istikhârah, kemudian melaksanakan hal yang ia yakini baik, misalnya seseorang melakukan istikhârah untuk mengetahui apakah yang baik ia nikah pada tahun ini atau tahun depan, setelah dia melakukan istikhârah, ternyata hatinya lebih memilih/terbuka untuk melaksanakan nikah pada tahun depan, maka hendaknya itulah yang ia kerjakan.
Namun bila ternyata setelah melakukan shalat istikhârah pintu hatinya belum juga terbuka, mana yang lebih baik untuk dilaksanakan, maka ulangilah shalat istikhârah beserta doanya, walaupun hingga lebih dari tujuh kali. Apabila setelah itu masih belum mendapatkan petunjuk dari Allah maka sebaiknya bersabar sampai ada kejelasan mana yang lebih baik, namun apabila sudah tidak dapat bersabar lagi maka ia kerjakan saja hal yang mudah baginya, karena kemudahan itu juga merupakan tanda bahwa itulah yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar